Wednesday, April 25, 2007

Management Resiko

Investasi di forex sangat besar sekali resikonya namun para investor tidak usah khawatir karnya kita bisa meminimalkan resiko yang kelak akan di hadapi.

Maximize Profit Management

Cut Proifit :

Melakukan DQ apabila posisi kurs (running price) diatas harga beli atau apabila posisi kurs dibawah harga jual. DQ dilakukan apabila running price sudah sesuai dan maksimum.

Limit Order:

Menentukan kurs tertentu diatas kurs sekarang (running price) bila posisi open buy.

Menentukan kurs tertentu dibawah kurs sekarang (running price) bila posisi open sell.

Stop Order Profit:

Menentukan kurs tertentu dibawah running price diatas posisi open buy, menentukan kurs tertentu diatas running price dibawah posisi open sell.

Minimize Loss Management

Cut loss:

Memotong posisi rugi lama berdasarkan harga berlaku.

Stop loss order:

Ditetapkan kurs tertentu di bawah running price dan di bawah open buy atau diatas running price dan diatas open sell.

Bila terjadi pergerakan harga berlawanan dengan posisi yang diambil, maka akan terjadi automatic liquidation.

Cut and switch:

Melakukan liquidasi dengan posisi pertama (OB dengan OS) dan mengganti posisi dari kebalikannya. Hal ini dimaksudkan apabila prediksi pergerakan harga berlawanan dengan posisi yang diambil, secara terus menerus.

Hedging:

Mempertahankan posisi awal yang floating loss dengan mengambil posisi yang terbalik dari posisi yang pertama.

Double cover:

Kesalahan yang pertama diliquidasi dan selanjutnya mengambil posisi yang berlawanan dengan jumlah kontrak dua kali lebih besar dari yang pertama.

Stradle:

Mirip dengan hedging position, tetapi dengan membuka posisi baru dengan mata uang yang berbeda.

Averaging:

Setiap posisi loss akan ditambah dengan posisi baru dibawah harga beli atau diatas harga jual.

Keunggulan Foreign Exchange trading

Produk investasi berjangka mempunyai berbagai keungulan yang tidak dimiliki oleh produk investasi lainnya , diantaranya :

Small capital leverage

investor bertransaksi dengan volume yang besar dan dengan modal yang kecil.

Two ways opportunity

Keuntungan dapat diperoleh melalui dua macam transaksi ,bagaimana harga bergerak ( ‘Naik’ atau ‘turun’) investor dapat mengambil keuntungan dari perbedan harga yang terjadi.

Money management stop

membatasi kerugian dan memproteksi keuntungan.

Customer choices

semua posisi atau transaksi serta besarnya modal atas persetujuan nasabah.

No time management contribution necessary

tidak menyita waktu investor

liquidity

Nasabah dapat menguangkan investasi berjangkanya (margin withdrawal) baik dana pokok atau pu dana hasil profit setiap saat selama hari kerja.

no man power cost

tidak diperlukan biaya tenaga kerja

full profit received

keuntungan bersih diterima nasabah secara penuh setelah dikurangi komisi.

Transparan

Perkembangan investasi dapat diketahui melalui laporan keuangan transaksi .Investor dapat mengawasi langsung investasinya dan bahkan menjalan kan investasinya sendiri setelah mendapatkan saran dari traders.

Pergerakan harga yang cepat

Pergerakan harga yang sangat fluktuatif 100-200 point perhari bahkan bisa sampai lebih ,sehingga memberikan potensi untuk memperoleh yang lebih banyak dibanding investasi yang lain.

Sejarah Singkat Munculnya Foreign Exchange Market

The Gold Exchange dan perjanjian Bretton Woods

Menjelang akhir era 1960-an, Bank Chicago pernah menolak permohonan pinjaman seorang Professor universitas berupa sejumlah mata uang Inggris. Ia menganggap bahwa nilai currency tersebut sudah terlalu tinggi dibanding Dollar Amerika, sehingga ia bermaksud untuk menjualnya di pasar.

Rencananya pada saat nilai Poundsterling tersebut mulai melemah dibanding Dollar Amerika ia akan melakukan pembelian kembali dan membayar hutangnya kepada Bank, dan kemudian mengantongi keuntungan yang tersisa.

Penolakan bank Chicago tersebut dikarenakan adanya perjanjian Bretton Woods yang telah disepakati 20 tahun sebelumnya.

Perjanjian Bretton Woods dirumuskan pada tahun 1944 bertujuan untuk mendirikan stabilitas moneter internasional dan mencegah kaburnya arus dana keluar negeri, disamping tetap memberi sikap tegas terhadap spekulan mata uang.

Prioritas utama perjanjian ini adalah untuk mengatasi dominasi pertukaran emas terhadap perekonomian dunia. Pada masa pertukaran emas, mata uang mengalami beberapa tahap stabilitas, dan dalam prosesnya telah menghapus peraturan lama yang memungkinkan raja atau pembuat peraturan mencetak dan memperbanyak mata uang secara semena-mena yang akhirnya menimbulkan tekanan inflasi yang tinggi.

Tetapi sistim pertukaran emas tidak kekurangan kelemahan, ketika pertumbuhan ekonomi mulai menguat, terjadi impor emas dalam skala besar dari negara lain, yang membuat arus uang yang keluar sangat besar dan menyebabkan peredaran uang di dalam negeri menjadi sangat sedikit. Hal tersebut memicu kenaikan suku bunga dan memperlambat aktivitas ekonomi yang mendorong negara ke dalam resesi.

Akhirnya, harga barang menjadi sangat rendah dan menimbulkan arus pembelian yang sangat besar dari negara lain, yang kemudian menciptakan cadangan emas baru, hal tersebut akan terus berlanjut sampai mampu menyuplai cukup uang didalam negeri dan mendorong perekonomian tumbuh kembali.

Setelah Perang Dunia I, perjanjian Bretton Woods ditemukan, dimana negara partisipan setuju untuk memelihara dan menentukan nilai mata uang mereka sendiri dibanding Dollar.

Negara-negara dilarang mendevaluasi mata uang untuk keuntungan perdagangan mereka, pendevaluasian hanya disetujui jika kurang dari 10%.

Namun dalam tahun 1950 terjadi ledakan arus modal yang didorong oleh kebutuhan pengembangan pasca perang dunia. Hal tersebut mendorong tidak stabilnya mata uang sebagaimana yang telah disepakati di dalam perjanjian Bretton Woods.

Perjanjian tersebut akhirnya ditinggalkan pada tahun 1971, dan Dollar Amerika tidak pantas lagi disetarakan dengan emas. Pada tahun 1973, mata uang negara-negara industri menjadi semakin mengambang (Floating), yang kendali utamanya dipegang oleh kekuatan penawaran dan permintaan yang terjadi di Foreign Exchange Market. Pasar terus mengambang dengan volume dan fluktuasi yang tinggi sejak era 1970-an, dan memberikan kesempatan munculnya instumen baru dalam pasar uang, deregulasi pasar dan liberalisasi perdagangan.

Pada tahun 1980-an penyebrangan arus modal bertambah cepat dengan adanya peningkatan komputerisasi dan teknologi, hingga menerobos benua Asia, Eropa dan Amerika. Transaksi perdagangan meningkat pesat dari $ 70 billion dalam satu hari pada tahun 1980-an menjadi $ 1,5 trillion/ hari dalam dua dekade berikutnya.

Ledakan pada pasar Eropa

Katalisator utama terhadap percepatan Foreign Exchange trading adalah tumbuh pesatnya eurodollar market, dimana US Dollar sangat banyak didepositokan di luar negeri.

Ledakan tersebut dimulai tahun 1950-an ketika semua pendapatan hasil penjualan minyak Rusia dalam bentuk Dollar dan didepositikan diluar Amerika Serikat karena adanya ketakutan dana tersebut akan dibekukan oleh pemerintah Amerika. Hal tersebut menimbulkan kenaikan jumlah Dollar yang beredar dinegara lain diluar pengawasan Amerika.

Dilain pihak Euromarket, jauh lebih menarik dibanding pasar Amerika, dengan peraturan yang lebih lunak dan mampu menawarkan hasil yang lebih tinggi. Sehingga pada akhir tahun 1980-an perusahaan-perusahaan Amerika mulai mengambil pinjaman dari luar negaranya, dan menemukan Euromarket sebagai pasar paling liquid, yang menyediakan pinjaman jangka pendek untuk membiayai aktifitas ekspor dan impor.

Pada saat itu London masih tetap menjadi pasar utama dunia, dan pada tahun1980, ia juga menjadi pusat pasar bagi eurodollar, proses tersebut berkembang ketika bank Inggris mulai meminjamkan dollarnya sebagai alternatif terhadap Pound agar dapat mempertahankan posisi mereka sebagai pemimpin di pasar keuangan global. Lokasi geografis yang strategis di London (beroperasi antara pasar Asia dan Amerika) juga menjadi instrumen pendukung untuk mendominasi Euromarket.

FOREX

Foreign Exchange trading merupakan perdagangan/ transaksi nilai tukar mata uang yang banyak dimanfaatkan sebagai sarana investasi, oleh kalangan industriawan, pemerintah, lembaga-lembaga tertentu maupun individual untuk meningkatkan keuntungan mereka atau menjaga stabilitas ekonomi mikro maupun makro.

Bagi perusahaan multi nasional yang berorientasi ekspor, perdagangan mata uang sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas produksi dan memudahkan perhitungan anggaran perusahaan selanjutnya, transaksi dengan tujuan tersebut umumnya dikenal dengan Hedging (lindung nilai).

Bagi pemerintah, perdagangan mata uang sangat terpaut erat dengan kebijaksanaan moneter. Pemerintah dapat dengan mudah melakukan Monetary Adjustment pada pasar valuta asing untuk mencapai tujuan ekonomi negara karena tingkat liquiditasnya yang tinggi. Dengan demikian, melalui sikap yang diambil dalam pasar Valuta, tujuan ekonomi suatu negara dapat terlihat dengan jelas.

Sementara bagi lembaga keuangan dan individual, pasar tersebut dijadikan sebagai wahana investasi yang menjanjikan keuntungan lebih dari sector lain.

Rencana Investasi Menurut Usia

Investasi sedini mungkin adalah pemecahan yang paling tepat dalam membuat perencanaan keuangan rumah tangga. Tak jadi masalah usia kita berapa. Atau, kita merasa punya uang masih sedikit. Sedikit atau banyak, uang tetap akan terpakai setidaknya oleh keperluan sehari-hari.

Kadang kita perlu diingatkan bahwa investasi adalah salah satu keputusan strategis yang perlu dilakukan oleh setiap orang. Di masa dating, akan lebih banyak kebutuhan-kebutuhan harus menelan biaya-biaya baru pula. Selain, banyak hal-hal tak pasti yang mungkin kita alami sepanjang perjalanan hidup kita.

Misalnya, untuk memperoleh aktiva bersih sebesar Rp1 miliar pada usia 55 tahun, semakin muda usia awal investasi, akan semakin kecil nilai investasi rutin per bulannya. Sebaliknya, semakin tua usia awal investasi, akan semakin besar nilai investasi rutin setiap
bulannya. Katakanlah, investasi rutin tiap bulan dengan tingkat bunga bersih 10% per tahun.

USIA 25-35, KARIR PERTAMA SETELAH LULUS KULIAH

Anda baru saja memulai karir setelah lulus kuliah, dan mulai memperoleh uang hasil keringat sendiri. Yang menjadi prioritas utama
anda dalam jangka pendek adalah melepaskan diri dari ketergantungan orang tua atau keluarga yang selama ini membiayai biaya kuliah dan uang saku.

Tapi, di lain pihak anda menghadapi godaan dalam pola pengeluaran, tawaran pembukaan kartu kredit mulai berdatangan, `hang-out' di coffee shop yang sudah mulai bertebaran di penjuru kota, bepergian di akhir minggu atau membeli pakaian, serta berbagai macam kegiatan konsumtif lainnya.

Hati-hati dengan gaya hidup anda. Setiap Rp 100 ribu yang anda belanjakan sekarang untuk sesuatu yang tidak perlu telah membuat anda kehilangan kesempatan memperoleh pertumbuhan minimal 2,5 kali lipat dalam kurun waktu 10 tahun mendatang dan 6,7 kali lipat di 20 tahun mendatang.

Coba teliti kembali pengeluaran anda selama 6 bulan terakhir, anda akan terkejut menemukan banyak sekali daftar pengeluaran yang tidak perlu dengan nilai yang relatif kecil untuk setiap pengeluarannya, namun jika digabungkan menjadi sangat besar nilainya.

Lima sampai dengan sepuluh tahun yang akan datang kemungkinan anda akan membeli kendaraan, menjalin hubungan yang serius dan melangkah ke jenjang perkawinan dengan pasangan anda, memiliki anak, dan berlibur secara rutin paling tidak sekali setiap tahunnya.

Dengan membeli kendaraan artinya anda harus membayar pajak STNK setiap tahun, membeli bahan bakar secara rutin, dan melakukan servis kendaraan secara berkala. Jangan lupa nilai kendaraan tidak akan bertambah, bahkan menyusut dari waktu ke waktu.

Menikah adalah akhir dari penjajakan untuk hidup bersama, tetapi baru saja menjadi awal dari mulainya hidup bersama, dan akan semakin mendorong anda untuk hidup mandiri dan segera pindah dari `perumahan mertua indah' menuju `rumah kita sendiri'.

Artinya, anda harus mengisi ruangan-ruangan di rumah anda dengan perabotan, peralatan dapur, televisi, membayar listrik, membayar telepon, dan mungkin membayar gaji pembantu.

Selanjutnya, memiliki anak. Pikirkan hal ini, biaya yang akan muncul sebelum memiliki anak; biaya rutin pengecekan oleh dokter kandungan dan biaya dokter dan rumah sakit pada saat melahirkan.

Biaya yang muncul sampai dengan melahirkan rasionya sangat kecil jika dibandingkan dengan biaya-biaya yang akan muncul setelahnya sampai dengan sang anak besar dan mandiri nanti pada saat usianya menginjak 20 tahunan.


Anda yang baru memulai karir dan memperoleh pekerjaan pertama sangat membutuhkan likuiditas untuk membiayai kehidupan rutin.Besar kemungkinan kelebihan dana yang anda miliki sangat terbatas, sehingga belum memenuhi syarat minimum untuk berinvestasi di pasar modal, termasuk reksa dana.

Anda tak perlu berkecil hati, buka rekening tabungan yang terpisah dari rekening keperluan rutin anda. Kumpulkan sampai dengan jumlah minimal investasi awal di reksa dana pasar uang yang akan anda kembangkan sampai dengan jumlah minimal uang muka Kredit Pemilikan Mobil (KPM) atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Apabila kelebihan dana cukup memadai, mulailah berinvestasi untuk jangka panjang secara rutin untuk persiapan pembiayaan pendidikan anak-anak anda dan pensiun nanti. Instrumen investasi yang cocok adalah Reksa Dana Saham dan Reksa Dana Campuran, dapat juga berupa unit linked product yang merupakan campuran antara investasi dan asuransi.

Anda sangat disarankan untuk mendaftar menjadi anggota dana pensiun, apabila perusahaan anda tidak menyediakannya anda dapat mendaftarkan diri anda pada dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) yang sudah mulai marak keberadaannya.

USIA 35-45, USIA EMAS

Di kelompok usia ini pada umumnya karir seseorang berada pada posisi middle manager sampai dengan posisi yang senior. Perusahaan tempat anda bekerja mungkin sudah menyediakan fasilitas kesehatan dan anda sudah menerima 1 atau 2 jenis tunjangan sesuai dengan jabatan.

Anda mungkin sudah memiliki kendaraan untuk menunjang mobilitas anda dan keluarga. Anak-anak anda mungkin berada pada usia balita sampai dengan belasan tahun.

Dalam beberapa tahun mendatang, mereka akan masuk ke sekolah dasar, menengah, dan juga universitas. Pengeluaran di kurun usia ini meningkat drastis dibandingkan dengan kurun usia sebelumnya, karena jumlah orang yang ditanggung bertambah dan jenis pengeluarannyapun bertambah pula.

Susun Rencana Investasi Anda

Untuk memenuhi pengeluaran tersebut yang mungkin akan terjadi 5-10 tahun mendatang, anda perlu menginvestasikan sebagian dana anda pada instrument pasar modal, misalnya reksa dana berbasis saham dan/atau obligasi.

Di kurun usia ini pula anda sebaiknya tidak lagi menunda-nunda alokasi investasi untuk persiapan pensiun anda. Semakin dini anda
mempersiapkan dana untuk pensiun nanti, semakin besar kesempatan untuk memperoleh pertumbuhan yang maksimal.

Instrumen pasar modal, khususnya reksa dana saham, adalah alternatif yang tepat bagi anda yang melakukan investasi secara rutin, misalnya setiap bulan, karena tidak memerlukan dana yang besar dan proses untuk melakukan investasi pun sangat mudah.

Statistik menunjukkan bahwa dalam jangka panjang berinvestasi di saham memberikan kinerja yang lebih baik dibadingkan di SBI atau deposito.

Grafik di atas menunjukkan kinerja saham secara gabungan di Bursa Efek Jakarta (yang dikenal dengan Indeks Harga Saham Gabungan) dibandingkan dengan kinerja SBI sejak Desember tahun 2000 yang lalu.

Selain berinvestasi di instrument pasar modal, di kurun usia ini anda sangat disarankan untuk memiliki asuransi pendidikan dan
asuransi jiwa sebagai proteksi bagi keluarga yang anda cintai dan sayangi apabila terjadi sesuatu yang menyebabkan anda meninggal dunia.

Anda juga butuh asuransi kesehatan dan `disability insurance' untuk berjaga-jaga untuk membayar biaya medical (dokter, rumah sakit, obat-obatan), apabila kesehatan anda secara signifikan terganggu, dan membuat Anda tidak produktif lagi secara finansial.

Bagi anda yang memiliki kelebihan dana dan tidak memerlukannya dalam waktu beberapa tahun ke depan, anda dapat mempertimbangkan untuk berinvestasi di property, seperti apartemen, perumahan, ruko, atau rukan. Investasi di sektor property memerlukan kejelian dalam memilih lokasi dan harga. Perlu diingat, exit atau keluar dari investasi di sektor ini tidak semudah investasi di pasar modal.

USIA 45-55, USIA MATANG

Di kurun usia ini mungkin anda adalah salah satu dari relatif sedikit orang-orang yang menduduki puncak karir. Atau mungkin anda
adalah salah satu dari sekian banyak orang yang menduduki posisi senior di tempat anda bekerja.

Siapapun anda dan apapun posisi yang dipercayakan kepada anda, kurun waktu usia ini adalah saat-saat terakhir untuk mempersiapkan pensiun anda karena tidak lama lagi anda akan segera menghampiri dan sampai pada usia pensiun.

Susun Rencana Investasi Anda

Kini saatnya untuk mengalokasikan seoptimal mungkin penghasilan yang anda peroleh ke instrumen investasi pasar keuangan, antara lain obligasi, saham dan reksa dana saham.

Apabila anda termasuk sebagai tipe risk taker, anda dapat melakukan investasi langsung di saham-saham pilihan anda dan memperdagangkannya secara aktif untuk mempercepat pertumbuhan investasi. Berhati-hatilah memilih broker saham atau obligasi, anda perlu melakukan kajian mengenai calon-calon broker yang akan anda gunakan.

Apabila anda tipe investor yang konservatif- moderat, batasi investasi anda pada instrumen yang tidak terlalu volatile, sehingga
anda dapat mencapai nilai target pensiun anda. Reksa dana saham dan reksa dana campuran adalah alternatif instrument investasi yang patut untuk anda pertimbangkan. Berhati-hatilah dalam memilih Manajer Investasi.

USIA 55 DAN SETERUSNYA, MENIKMATI MASA PENSIUN

Kini anda telah mulai secara resmi menjalani pensiun, tetapi pada dasarnya anda masih enerjik dan produktif. Namun, sebagai seorang pensiunan pengeluaran anda mungkin turun secara signifikan dibandingkan sebelum pensiun, tetapi di lain pihak pendapatan anda juga mengalami penurunan, karena anda sudah tidak lagi menerima kompensasi gaji dan tunjangan dari perusahaan.

Anda kini mulai bergantung pada portofolio investasi anda untuk membiayai keuangan rutin anda. Hal yang menggembirakan adalah anda sudah tidak lagi membayar cicilan KPR, anak-anak anda saat ini mungkin sudah duduk di perguruan tinggi dan secara umum biayanya tertutupi oleh asuransi pendidikan yang telah anda lakukan secara rutin pada saat anda berusia 35-45 tahun.

Susun Rencana Investasi Anda Apabila anda masih bekerja, maka biaya hidup anda dapat ditutupi oleh penghasilan yang anda peroleh, sementara portofolio investasi anda masih terus bertumbuh.

Saatnya anda melakukan switching dari portofolio yang volatile ke portofolio yang konservatif- moderat dan memberikan penghasilan secara rutin. Reksa dana pendapatan tetap, khususnya yang berbasis Surat Utang Negara dan obligasi korporasi dengan peringkat tinggi, dan reksa dana pasar uang adalah alternatif investasi yang dapat anda pertimbangkan untuk dilakukan, karena menghasilkan bunga secara berkala dan volatilitasnyapun relatif rendah.


Empat Faktor Perencanaan Investasi

Pertama.

Mengenai tujuan keuangan yang spesifik.

Investasi khususnya untuk jangka penjang memerlukan perencanaan yang matang. Dan, perencanaan itu dilandasi oleh tujuan. Apa yang menjadi tujuan kita berinvestasi sesungguhnya?

Tujuan investasi bagi diri kita penting untuk disadari. Dengan begitu, kita bisa memulai perencanaan investasi berikut strategi-strategi yang akan dipakai.

Menetapkan tujuan hidup tidak semudah membalikkan tangan. Kebanyakan orang tidak memahami tujuan hidupnya. Sebagian besar justru terkesan ikut arus saja.

Ada beberapa cara yang dapat membantu seseorang dalam menetapkan tujuan investasi, sekaligus menyadarkan arti penting kualitas hidup yang hendak dicapai. Banyak momen-momen hidup yang penting artinya bagi kita.

Momen-momen hidup dapat diartikan sebagai kejadian-kejadian dalam hidup kita keseharian, baik dilakukan secara sengaja ataupun tidak. Momen hidup juga memberikan kesan dan kenangan yang mendalam bagi seseorang.

Momen hidup seringkali melibatkan titik emosional. Kita tahu satu momen itu ada pada kehidupan kita saat kita menangis, terharu,
bahagia, marah, atau tertawa.

Momen hidup itu bisa kita ciptakan, misalnya berlibur ke Eropa dengan istri dan anak-anak. Untuk mencapai momen hidup tersebut diperlukan `sedikit' dana. Sedikit sengaja dalam tanda kutip karena tingkat kebutuhan akan finansial relatif berbeda pada setiap orang.

Untuk mencapai tingkat dimana seseorang mampu mendanai momen hidupnya dengan baik dan berkualitas, perlu disiapkan perenaan dari sekarang. Seberapa besar dana yang diperlukan, perlu dihitung sedari awal.

Momen hidup dan gaya hidup seseorang sangat berpengaruh pada kondisi keuangan keluarga atau satu rumah tangga sekarang dan di masa datang. Beberapa contoh momen hidup yang sangat berpengaruh itu a.l. menikah, membeli atau membangun rumah, melahirkan anak, menyekolahkan anak, membuka usaha baru, merencanakan jenjang karir, naik haji bagi seorang muslim atau ziarah di Yerusalem bagi seorang kristiani. Dan, yang terakhir mungkin pensiun.

Contoh momen-momen hidup di atas dapat diambil sebagai dasar perencanaan investasi, terlepas bagaimanapun kondisi keuangan anda dan berapa usia anda saat ini.

Kedua.

Jangka waktu yang dibutuhkan.

Begitu tujuan spesifik yang ingin dicapai telah ditetapkan, hal selanjutnya adalah menentukan kapan tujuan tersebut ingin dicapai?
Dan, berapa banyak dana yang dibutuhkan?.

Jangka waktu investasi serta besarnya dana yang dibutuhkan terkait langsung dengan berapa besar dana yang harus disisihkan tiap bulan atau secara berkala guna mencapai tujuan tersebut.

Semakin panjang jangka waktu investasi yang diinginkan seperti dana pensiun, misalnya, bila Anda berumur 25 tahun saat ini, maka dana yang harus disisihkan secara berkala akan lebih kecil dibandingkan dengan bila menyiapkannya saat anda telah berumur 35 tahun, dengan waktu pensiun yang sama di usia 55 tahun.

Keterkaitan lain adalah risiko yang dapat dipilih. Bila sejak muda menyiapkan dana, maka instrumen dengan tingkat pengembalian tinggi yang berkaitan dengan tingkat risiko tinggi pula, dapat dipilih. Mengapa?

Karena dengan jangka panjang, perubahan tingkat pengembalian (risiko) akan tetap lebih besar dengan tingkat pengembalian bunga-berbunga (compound rate) dibandingkan dengan investasi dengan tingkat risiko rendah (tingkat pengembalian rendah).

Jadi dengan menentukan jangka waktu investasi yang dibutuhkan dan besarnya dana yang ingin dicapai, maka dapat dihitung berapa besar dana yang harus disisihkan dengan instrumen investasi yang telah dipilih secara berkala.

Sebagai contoh, orang yang berusia 25 tahun dan ingin pensiun di usia 55 tahun. Maka jangka waktu investasinya adalah 30 tahun. Dana yang dibutuhkan selama Anda pensiun sebesar 1 miliar. Maka dapat dihitung besarnya dana yang harus disisihkan tiap bulannya.

Dari hasil perhitungan sederhana saja, besarnya dana yang perlu disisihkan sekitar Rp. 85,750/bulan selama 30 tahun dengan asumsi bunga 10 persen. Sangat jelaslah bahwa dengan merencanakan jauh hari sebelumnya, kesejahteraan finansial akan lebih mudah dicapai.

Jadi tidak heran, wisatawan Jepang banyak terkenal dari kalangan kelompok pensiunan paling makmur di dunia. Mereka telah merencanakan investasi masa tua sejak hari pertama menginjak ruangan kerja. Di masa tua, bebas melanglang buana ke mana saja suka.

Faktor pertimbangan invetasi keempat adalah toleransi terhadap risiko

Penjelasan mengenai sejauh mana tingkat toleransi seseorang terhadap risiko sangat terkait dengan pengetahuan yang berhubungan risiko atau risk dan tingkat pengembalian atau return.

Investasi akan selalu memiliki tingkat resiko berbanding lurus dengan tingkat pengembaliannya. Apabila anda menginginkan tingkat pengembalian yang tinggi anda juga harus menerima tingginya tingkat resiko.

Setiap individu memiliki tingkat toleransi yang berbeda-beda terhadap risiko, ada yang berani mengambil risiko sampai level tertentu atau malah ada yang takut menghadapi banyak risiko.


Kita harus mengenali kondisi diri sendiri, apabila seseorang menginginkan tingkat pengembalian yang tinggi akan tetapi ia sendiri termasuk orang yang memiliki tingkat toleransi rendah terhadap resiko, maka akan timbul konflik di dalam dirinya dalam berinvestasi.

Hal ini sangat penting untuk memahami tingkat toleransi terhadap risiko. Karena, dengan tingkat toleransi yang rendah akan risiko, maka investasi pada potensi pengembalian tinggi akan membuatnya strees.

Itu karena, jauhnya perbedaan tingkat toleransi terhadap risiko dengan tingkat pengembalian yang dinginkannya. Oleh karena itu, instrumen investasi dengan tingkat toleransi diri sendiri perlu disesuaikan.

Berinvestasi tidak mutlak membawa adrenalin tinggi pada diri seseorang